Bidang PKH Distan Inhil Intensifkan Pengawasan Hewan Kurban di Hari Kedua Idul Adha
Tembilahan - Memasuki hari kedua perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus menggencarkan pengawasan ketat terhadap proses penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan daging yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar sehat, aman, dan layak konsumsi. Tim gabungan turun langsung ke berbagai titik penyembelihan di Kota Tembilahan pada Kamis (28/5/2026) untuk memantau setiap tahapan pemotongan hewan.
Pengawasan yang dilakukan mencakup dua tahap pemeriksaan utama, yaitu pemeriksaan antemortem dan postmortem. Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih untuk menilai kelayakan ternak tersebut. Para petugas memeriksa kondisi fisik hewan, perilaku, serta tanda-tanda klinis lainnya untuk memastikan bahwa hewan dalam keadaan sehat dan tidak menderita penyakit menular yang dapat membahayakan konsumen.
Setelah proses penyembelihan berlangsung, tim melanjutkan dengan pemeriksaan postmortem. Pada tahap ini, petugas melakukan inspeksi mendalam terhadap karkas dan organ-organ vital hewan, seperti hati, paru-paru, ginjal, limpa, dan jantung. Pemeriksaan difokuskan pada perubahan bentuk, warna, dan tekstur organ, serta adanya indikasi infeksi parasit seperti cacing atau bakteri patogen yang mungkin tersembunyi di dalam tubuh hewan.
Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian Inhil, Zanros Heryon, S.Pt., MM. Ia didampingi oleh sejumlah dokter hewan dan staf teknis, termasuk drh. Yopan, drh. Rina, drh. Nomela Tridayanti, Kasubbag RPH Siti Nurhijah, serta anggota tim PKH seperti Rafli, Edi, Novi, Misna, dan Afrina Hamalia. turut hadir pula Kepala UPTD Puskeswan Tembilahan, Rina Nova Lia, dan Hendra untuk memastikan koordinasi lapangan berjalan lancar.
Menurut kepala Bidang , kehadiran tim di lapangan merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keamanan pangan asal hewan. "Kami tidak ingin ada daging kurban yang tidak layak konsumsi beredar di masyarakat. Dengan adanya pemeriksaan ketat dari hulu ke hilir, kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan tenang dan mendapatkan gizi terbaik dari hewan kurban," ujar Zanroes saat memantau proses penyembelihan di salah satu titik lokasi.
drh. Nomela Tridayanti, salah satu dokter hewan yang terlibat dalam tim, menjelaskan pentingnya detail dalam pemeriksaan organ dalam. Ia menekankan bahwa beberapa penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia seringkali hanya terlihat melalui perubahan patologis pada organ internal. "Misalnya, pada paru-paru atau hati, jika ditemukan bercak putih, abses, atau cacing, maka bagian tersebut harus dimusnahkan dan tidak boleh dikonsumsi. Ini adalah standar prosedur operasional yang wajib kami tegakkan," jelasnya.
Selain aspek kesehatan, tim juga memberikan edukasi kepada panitia kurban di masjid-masjid dan mushalla mengenai teknik penyembelihan yang hygienis. Hal ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi silang selama proses pengolahan daging. Para petugas juga mengingatkan pentingnya kebersihan alat potong dan wadah penampungan daging agar kualitas daging tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Jelang Tengah hari , kegiatan pengawasan masih terus berlanjut di seluruh titik penyembelihan yang tersebar di wilayah Kota Tembilahan. Dinas Pertanian Inhil mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan kejanggalan pada kondisi hewan kurban atau daging yang diterima. Dengan kolaborasi antara pemerintah, panitia kurban, dan masyarakat, diharapkan tradisi Idul Adha tahun ini dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan penuh keberkahan bagi seluruh warga Indragiri Hilir.(Red)







Belum ada Komentar untuk "Bidang PKH Distan Inhil Intensifkan Pengawasan Hewan Kurban di Hari Kedua Idul Adha"
Posting Komentar