Daging Kurban Jangan Langsung Dicuci! Ahli Ungkap Cara Aman Cegah Penyebaran Virus PMK dan LSD
![]() |
| Daging kurban ternyata tak boleh langsung dicuci. Ahli veteriner ungkap cara aman cegah penyebaran virus PMK dan LSD ke lingkungan. | Sumber Foto:Istimewa |
Masyarakat diimbau tidak sembarangan menangani daging kurban setelah pemotongan hewan Idul Adha.
Salah langkah, virus penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga Lumpy Skin Disease (LSD) berpotensi ikut menyebar ke lingkungan.
Peringatan itu disampaikan Dr. Medvet. drh. Denny Widaya Lukman dari IPB University.
Ia menegaskan masyarakat perlu memahami cara aman menangani daging kurban, terutama jika hewan memiliki gejala ringan PMK maupun LSD
Daging jangan langsung dicuci saat sampai di rumah,” ujar Denny dalam pemaparan edukasi penanganan hewan kurban.
Menurutnya, daging justru sebaiknya langsung direbus minimal 30 menit atau disimpan di kulkas selama sedikitnya 24 jam sebelum diolah.
Langkah ini penting untuk menekan risiko penyebaran virus PMK ke lingkungan sekitar.
“Kalau mau dibekukan, simpan dulu di kulkas minimal 24 jam baru dibekukan,” jelasnya.
Tak hanya daging, bagian jeroan juga perlu perlakuan khusus.
Jeroan wajib direbus dalam air mendidih minimal 30 menit agar lebih aman dikonsumsi dan tidak menjadi sumber penyebaran penyakit.
Denny menjelaskan, hewan dengan gejala ringan PMK masih dapat dipotong dengan penanganan khusus. Namun proses penyembelihan harus dipisahkan dari hewan sehat.
“Hewan dipotong di tempat terpisah atau di akhir pemotongan,” katanya.
Petugas pemotongan juga diwajibkan menjaga kebersihan diri selama proses berlangsung.
Biasanya benjolan hanya muncul di sebagian kecil tubuh dan belum pecah menjadi koreng.
Namun jika kondisi sudah parah, hewan tidak layak dijadikan kurban.
“Kalau benjolan sudah menyebar, pecah jadi koreng, terbentuk jaringan parut dan memengaruhi daging, itu tidak sah,” katanya.
Denny juga mengingatkan agar kulit hewan penderita LSD tidak dicampur dengan kulit dari hewan sehat.
Kulit yang berbenjol harus dipisahkan lalu diberi garam dan didiamkan selama 14 hari.
Alternatif lain, kulit dapat diberi campuran garam dan soda abu 2 persen selama tujuh hari atau dikeringkan dengan penjemuran.
Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit dari sisa hasil pemotongan
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih hewan kurban sejak awal.
“Carilah hewan kurban yang benar-benar sehat dan kondisinya baik,” tutupnya
Sumber : Tabloidsinartani.com

Belum ada Komentar untuk "Daging Kurban Jangan Langsung Dicuci! Ahli Ungkap Cara Aman Cegah Penyebaran Virus PMK dan LSD"
Posting Komentar