Terapkan Jajar Legowo 4:1, BBU Pekan Arba Memulai Masa Tanam

 

Tembilahan - Balai Benih Utama (BBU) Pekan Arba resmi memulai masa tanam padi untuk tahun 2026 pada hari ini, Jumat, 29 Mei 2026. 

Langkah strategis ini menandai dimulainya siklus produksi benih unggul yang diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di wilayah Indragiri Hilir dan sekitarnya. Kegiatan penanaman perdana ini dilakukan dengan penuh khidmat dan menjadi simbol keseriusan instansi dalam menyediakan benih berkualitas tinggi bagi para petani lokal.

Dalam pelaksanaan masa tanam kali ini, BBU Pekan Arba mengusung dua varietas unggulan andalan, yaitu Varietas Karya Putih dan Varietas Bujang Keritang. Pemilihan kedua varietas ini didasarkan pada hasil uji adaptasi yang menunjukkan potensi hasil panen yang tinggi serta ketahanan terhadap hama dan penyakit tertentu. Varietas Karya Putih dikenal dengan kualitas berasnya yang pulen, sementara Bujang Keritang menawarkan produktivitas gabah yang melimpah, sehingga menjadi pilihan ideal untuk pengembangan benih sumber.

Kepala UPT BBU Pekan Arba, Dedi Prastiyo, S.ST., memimpin langsung proses penanaman perdana tersebut. Kehadiran beliau di lapangan menegaskan komitmen manajemen UPT untuk memastikan setiap tahapan produksi benih berjalan sesuai standar operasional prosedur yang ketat. Dedi Prastiyo menekankan bahwa kualitas benih yang dihasilkan sangat bergantung pada ketelitian sejak awal masa tanam, termasuk pemilihan lokasi dan persiapan lahan yang optimal.

Kegiatan ini juga dihadiri dan dibarengi oleh Kepala Dinas Pertanian Indragiri Hilir, yang memberikan dukungan penuh terhadap program kerja BBU Pekan Arba. Sinergi antara dinas terkait dan unit pelaksana teknis ini menunjukkan adanya koordinasi yang solid dalam upaya meningkatkan sektor pertanian di daerah. Dukungan dari tingkat dinas diharapkan dapat memperlancar distribusi benih serta memperluas jangkauan sosialisasi teknologi pertanian kepada masyarakat petani.

Salah satu inovasi utama yang diterapkan dalam masa tanam 2026 ini adalah penggunaan sistem pola tanam Jajar Legowo 4:1. Metode ini dipilih karena mampu meningkatkan populasi tanaman per hektar tanpa mengurangi ruang tumbuh individu tanaman padi. Dengan rasio 4:1, setiap empat baris tanaman padi diselingi oleh satu baris kosong yang lebih lebar, sehingga memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya matahari masuk lebih maksimal ke tengah pertanaman.

Penerapan Jajar Legowo 4:1 juga dinilai efektif dalam memudahkan pemupukan dan pengendalian hama terpadu. Sistem ini memungkinkan petugas atau mesin pertanian masuk lebih mudah di antara barisan tanaman, sehingga efisiensi kerja meningkat signifikan. Selain itu, tanaman padi pada bagian pinggir barisan cenderung tumbuh lebih subur karena mendapatkan asupan nutrisi dan cahaya lebih banyak, yang secara keseluruhan dapat mendongkrak produktivitas lahan.

Kepala UPT BBU Pekanarba menjelaskan bahwa fokus BBU Pekan Arba tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga menghasilkan benih bersertifikat yang siap didistribusikan ke berbagai kelompok tani. "Kami berkomitmen untuk menjaga kemurnian genetik dari Varietas Karya Putih dan Bujang Keritang melalui pengawasan intensif selama masa pertumbuhan hingga panen," ujarnya. Hal ini penting untuk menjamin bahwa benih yang diterima petani benar-benar unggul dan sesuai dengan harapan peningkatan hasil panen.

Dengan dimulainya masa tanam 2026 ini, BBU Pekan Arba optimis dapat berkontribusi besar terhadap swasembada pangan nasional, khususnya di Provinsi Riau. Keberhasilan program ini akan menjadi tolak ukur bagi implementasi teknologi pertanian modern di tingkat lapangan. Para pihak berharap agar hasil dari masa tanam ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani Indragiri Hilir melalui ketersediaan benih unggul yang terjangkau dan berkualitas.(Red) 

Belum ada Komentar untuk "Terapkan Jajar Legowo 4:1, BBU Pekan Arba Memulai Masa Tanam "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel