Dinas Pertanian Inhil Lakukan Monitoring Mendadak untuk Stabilisasi Harga TBS Sawit
Menindaklanjuti Surat Edaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau nomor B/151/500.8/DISBUN/2026.Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) secara sigap melaksanakan monitoring harga Tandam Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap instruksi pemerintah provinsi untuk memperketat pengawasan penerapan harga di tingkat petani, pengepul, hingga pabrik. Kondisi ketidakstabilan harga yang berpotensi mengganggu kondusivitas daerah menjadi dasar utama dilaksanakannya aksi nyata oleh perangkat daerah tingkat kabupaten ini.
Monitoring tersebut dilaksanakan pada Senin (01/06/2026) dengan menyasar beberapa titik strategis di wilayah Kecamatan Keritang dan Kemuning. Kepala Dinas Pertanian Inhil, Umar Hamdi, S.Pt, langsung memimpin rombongan bersama sejumlah staf dari Bidang Perkebunan. Kunjungan mendadak ini ditujukan untuk mengecek langsung kondisi lapangan di berbagai Agen, RAM (Tempat Penampungan Sementara), dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), serta bertemu langsung dengan manajemen pabrik untuk memastikan transparansi harga yang diterima oleh petani.
Hasil monitoring menunjukkan adanya tren positif di mana harga TBS mulai merangkak naik. Kadistan Inhil, Umar Hamdi, menyatakan bahwa saat ini harga TBS berada di kisaran Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi para petani sawit yang sebelumnya mengalami tekanan akibat fluktuasi harga. Kadistan menekankan bahwa stabilitas harga sangat krusial untuk menjaga kesejahteraan petani dan keberlangsungan industri sawit di wilayah Indragiri Hilir.
Dalam kunjungannya, tim monitoring juga meninjau harga di tingkat pengumpul, khususnya di area Pengalihan Keritang. Dari hasil pengecekan lapangan, harga TBS di tingkat pengumpul tercatat berada di angka Rp2.400 per kilogram. Data ini menjadi penting untuk memetakan margin atau selisih harga antara tingkat petani/pengumpul dengan tingkat pabrik, sehingga dapat dipastikan bahwa tidak ada permainan harga yang merugikan pihak petani dalam rantai pasok komoditas kelapa sawit.
Salah satu titik pantau utama adalah PT. Berkah Sawit Sejahtera (BSS) yang berlokasi di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang. Pabrik ini memiliki kapasitas olah cukup besar, yakni mencapai 700 hingga 800 ton per hari. Tim monitoring berhasil bertemu langsung dengan perwakilan manajemen PT. BSS, Pak Heri, yang dikonfirmasi memberikan harga TBS di tingkat pabrik sebesar Rp2.850 per kilogram. Informasi harga ini telah dikomunikasikan kepada para supplier dan disesuaikan dengan hasil tender pada akhir pekan sebelumnya.
Pak Heri dari PT. BSS juga menjelaskan bahwa penetapan harga tersebut sangat bergantung pada kualitas buah, khususnya rendemen. Dengan rata-rata rendemen sebesar 18 persen, harga Rp2.850 per kilogram dianggap sesuai dan adil. Hal ini menegaskan pentingnya bagi petani untuk menjaga kualitas panen, karena rendemen yang baik akan berdampak langsung pada harga jual yang lebih tinggi, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi kedua belah pihak.
Selanjutnya, tim monitoring melanjutkan kunjungan ke PT. Erasaki Wiraforestama yang berfungsi sebagai RAM atau tempat penampungan sementara. Di lokasi ini, harga penerimaan TBS dicatat sebesar Rp2.625 per kilogram. Perbedaan harga di tingkat RAM dibandingkan PKS utamanya disebabkan oleh faktor biaya transportasi dan proses pengolahan lebih lanjut di pabrik. Pemantauan di titik tengah seperti RAM ini penting untuk memastikan bahwa harga di tingkat hulu tetap kompetitif sebelum buah dikirim ke pabrik pengolahan.
Kunjungan terakhir dilakukan di PT. Multiguna Lestari Abadi (MLA), di mana tim berhasil menemui Ketua Sarikin. Di pabrik ini, harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.875 per kilogram dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton per jam. Terdapat potongan sebesar 3 persen dan rata-rata rendemen 18 persen dengan probabilitas jenis dura. Kadistan Inhil berharap seluruh PKS terus memperkuat kemitraan dengan petani dan Gapoktan, serta rutin melakukan pembinaan agar kualitas TBS meningkat, yang pada akhirnya akan bermuara pada harga yang lebih baik dan stabilitas ekonomi daerah yang terjaga.(Red)




Belum ada Komentar untuk "Dinas Pertanian Inhil Lakukan Monitoring Mendadak untuk Stabilisasi Harga TBS Sawit"
Posting Komentar