Kadistan Inhil Dampingi Bupati Dalam Temu Ramah Dengan Tim Ahli Kementan RI

 


TEMBILAHAN – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Umar Hamdi, S.Pt, mendampingi Bupati Inhil H. Hermann dalam pertemuan ramah tamah bersama Tim Ahli Kementerian Pertanian RI di Tembilahan, Mei 2026. Tim ahli yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc dari turut didampingi  Kepala BRMP Riau Dr. Agus Wahyana Anggara dan Dr. Ajat Jatnika dari Balai Besar Pelatihan Lembang dalam kunjungan kerja ke Inhil.


Dalam pertemuan tersebut, Bupati Inhil memaparkan potensi besar sektor perkebunan di Kabupaten Indragiri Hilir, terutama komoditas kelapa yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Paparan juga menyentuh peluang hilirisasi produk kelapa untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani lokal.

Kadistan Inhil Umar Hamdi, S.Pt menjelaskan, pihaknya berharap dukungan penuh dari Tim Ahli Kementan RI dalam pengembangan bibit kelapa unggul. Fokus diarahkan pada varietas lokal seperti Sri Gemilang dan varietas pasang surut yang sudah terbukti adaptif dengan kondisi lahan Inhil.

“Kami ingin membangun sentra pembibitan kelapa yang sesuai dengan karakteristik lahan di Inhil. Dengan dukungan pusat, produksi bibit unggul bisa dipercepat sehingga petani tidak lagi kesulitan mendapatkan benih berkualitas,” kata Umar Hamdi.

Selain itu, Bupati Inhil menyampaikan target pembangunan tanggul mekanik sepanjang 100 km per tahun untuk mengendalikan banjir dan pasang surut di lahan pertanian. Program ini diharapkan memperkuat infrastruktur dasar yang mendukung produktivitas pangan.

Pada kesempatan itu, Bupati juga memaparkan capaian program ketahanan pangan tahun ini yang mencapai 8.500 hektar lahan optimalisasi lahan atau opla. Untuk tahun 2026, pemerintah daerah merencanakan pembuatan sumur bor dan jaringan irigasi guna memperluas areal tanam.

Bupati juga menambahkan, salah satu usulan penting yang disampaikan adalah penetapan Harga Acuan Pembelian kelapa minimal Rp5.000 per kilogram. Langkah ini diharapkan memberi kepastian harga dan perlindungan bagi petani dari fluktuasi pasar.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga berharap adanya jaminan dan skema asuransi bagi petani tanaman pangan untuk mengantisipasi gagal panen. Kolaborasi dengan BRIN juga dibuka untuk pengembangan varietas yang bisa dipanen dalam waktu tiga bulan.

Dengan luas areal kelapa mencapai 425.470 hektar dan produksi lebih dari 2,3 miliar butir per tahun, Inhil menjadi salah satu sentra kelapa terbesar di Indonesia. Dukungan kebijakan pusat dinilai krusial agar sektor ini terus menopang 46,67% kontribusi pertanian terhadap PDRB Inhil.

Kadistan Inhil menegaskan, kunjungan Tim Ahli Kementan RI menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional. Ia optimistis, sinergi ini akan mempercepat modernisasi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indragiri Hilir.(Red) 

Belum ada Komentar untuk "Kadistan Inhil Dampingi Bupati Dalam Temu Ramah Dengan Tim Ahli Kementan RI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel