Perkuat Kualitas Benih Kelapa, Dinas Pertanian Inhil Terima Kunjungan Audit Irjen Kementan RI dan Disbun Riau
Tembilahan - Dalam rangka memastikan kualitas dan kuantitas produksi benih kelapa yang unggul, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) dan Direktorat Jenderal Perkebunan melaksanakan kegiatan kunjungan kerja (Kunker) sekaligus audit ketaatan produksi benih kelapa untuk Tahun Anggaran 2025 dan 2026 jumat (08/05)
Kegiatan strategis ini berpusat di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Sumatera. Audit ini bertujuan untuk memverifikasi kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi benih serta memastikan bahwa benih yang didistribusikan kepada petani telah memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Tim audit dari tingkat pusat diterima secara langsung oleh jajaran pimpinan Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir di kantor dinas setempat. Kehadiran tim ini disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Umar Hamdi, S.Pt., beserta Kepala Bidang Perkebunan, Surya Surgana Akmal, S.STP., dan seluruh staf terkait. Pertemuan awal ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi mengenai urgensi pengawasan benih kelapa, mengingat komoditas ini merupakan tulang punggung ekonomi bagi ribuan petani di wilayah pesisir Indragiri Hilir yang sangat bergantung pada hasil perkebunan kelapa mereka.
Komposisi tim audit dari Kementerian Pertanian RI melibatkan para pejabat dan ahli yang kompeten di bidangnya. Tim Itjen dipimpin oleh Bapak Suhardi, yang didampingi oleh Herry Pramono, Akso Diana, dan Ibu Wulan Oktavianto. Keikutsertaan perwakilan dari Direktorat Jenderal Perbenihan dan Hortikultura atau unit terkait perbenihan diwakili oleh Bapak Syaiful. Kehadiran mereka menandakan seriusnya pemerintah pusat dalam mengawal rantai pasok benih mulai dari sumber daya genetik hingga distribusi ke tingkat petani, sehingga potensi penyimpangan atau ketidaksesuaian mutu dapat diminimalisir sejak dini.
Selain unsur dari pemerintah pusat, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk memastikan koordinasi vertikal berjalan dengan baik. UPT Pelayanan Sertifikasi Benih (PSB) Dinas Perkebunan Provinsi Riau diwakili oleh Dwi Gusrima Wijayanti, S.Hut., M.Sc., yang menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Pengujian Mutu dan Sertifikasi Benih. Keterlibatan pihak provinsi ini krusial karena berfungsi sebagai jembatan teknis antara kebijakan nasional dan implementasi lapangan di kabupaten/kota, serta memastikan bahwa sertifikasi benih yang dikeluarkan telah melalui proses pengujian yang ketat dan terakreditasi.
Menanggapi kedatangan tim audit, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Umar Hamdi, S.Pt., menyatakan apresiasi tinggi atas perhatian khusus dari Kementerian Pertanian. "Kami menyambut baik audit ketaatan ini sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan yang konstruktif. Bagi kami, transparansi dalam produksi benih kelapa adalah kunci untuk menjaga kepercayaan petani. Kami berkomitmen penuh untuk membuka seluruh data dan fasilitas produksi benih di Indragiri Hilir agar dapat diperiksa sesuai dengan standar yang berlaku," ujar Umar Hamdi dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa dinas pertanian daerah siap bekerjasama untuk memperbaiki segala aspek yang masih perlu penyempurnaan.
Irjen Kementan RI Bapak Suhardi, sebagai perwakilan tertinggi dari tim inspektorat dalam kunjungan ini, menekankan pentingnya integritas data dalam laporan produksi benih. Dalam pernyataannya, Bapak Suhardi menjelaskan, "Audit ini bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dialokasikan untuk pengembangan perbenihan kelapa tahun 2025-2026 benar-benar tepat sasaran dan menghasilkan benih bersertifikat yang unggul. Kami ingin memastikan bahwa setiap butir benih yang diserahkan kepada petani Indragiri Hilir adalah benih yang telah melalui proses seleksi ketat dan bebas dari penyakit utama kelapa."
Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Perbenihan, Bapak Syaiful, menyoroti aspek teknis mutu benih. Ia menyampaikan bahwa fokus audit juga mencakup verifikasi sumber induk tanaman dan proses pemeliharaan di kebun entres. "Kualitas benih kelapa sangat ditentukan oleh kualitas pohon induknya. Oleh karena itu, kami akan memeriksa secara detail dokumentasi silsilah benih dan kondisi fisik kebun produksi. Kolaborasi dengan Disbun Provinsi dan Dinas Kabupaten sangat vital untuk memastikan bahwa protokol teknis perbenihan diterapkan secara konsisten di lapangan," jelas Bapak Syaiful. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas kelapa nasional melalui penggunaan varietas unggul.
Sebagai penutup sesi pembahasan teknis, Dwi Gusrima Wijayanti, S.Hut., M.Sc., dari UPT PSB Provinsi Riau, menambahkan perspektif mengenai sertifikasi dan pengujian mutu. "Peran provinsi adalah memastikan bahwa benih yang diproduksi di Indragiri Hilir telah lolos uji laboratorium dan lapang sebelum diedarkan. Kami akan mendampingi proses audit ini untuk memastikan bahwa standar sertifikasi benih tanaman perkebunan rakyat terpenuhi. Dengan sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten, kita optimalkan potensi kelapa Indragiri Hilir menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya kuat secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas," pungkasnya. Kegiatan audit ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani kelapa di Riau.(Red)

Belum ada Komentar untuk "Perkuat Kualitas Benih Kelapa, Dinas Pertanian Inhil Terima Kunjungan Audit Irjen Kementan RI dan Disbun Riau"
Posting Komentar